Opini  

Gestur Pemimpin Yang Jujur, Sederhana, Berani dan Merakyat : Masa Depan Sumatera Utara

Oleh : Muhammad Sardani (Sekretaris Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Utara)

Sumatera Utara adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Sumatera.Provinsi ini beribu kota di Kota Medan.dengan luas wilayah 72.981,23 km2. Sumatera Utara merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar keempat di Indonesia, setelah provinsi Jabar,Jatim dan Jateng dan terbanyak di Pulau Sumatera.

Pada 15 April 2024 nanti umur Provinsi Sumatera Utara genap menjadi 76 Tahun,sejalan dengan umur Provinsi yang sudah tidak terhitung muda lagi, suksesi kepemimpinan pun silih berganti, namun hati meratap, mata menatap, pikiran merenung, air mata menetes, mengharap iba, dan ridhoNya, akankah Pemilihan Gubernur Sumatera Utara nanti turun sang Khalifah yang akan memimpin -+ 14,56 juta (2019) umat manusia, yang tersebar dari Kabupaten Langkat hingga Kabupaten Simalungun yang memiliki gestur pemimpin yang Amanah, Fathonah, Tabliq, dan Siddiq.

Hembusan angin, kicauan burung, lambaian padi disawah, deburan ombak laut nan indah, kilauawan sinar logam mulia, seakan-akan sudah tidak sabar lagi menanti kehadiran sang pemimpin Sumatera Utara yang lengkap dengan Visi dan Misinya, dengan gaya kepemimpinan yang sederhana, berani, jujur, tegas, mandiri, dan tidak hidup dibawah ketiak kekuasaan bangsa asing.

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ke 4 bahwa tujuan bangsa secara eksplisit disebutkan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, jangan sampai sebaliknya masyarakat Indonesia semakin miskin, dunia pendidikan tidak semakin maju, karena kekayaan alam yang dikandung dalam perut bumi dari sabang sampai Merauke hanya diperuntukkan untuk kepentingan asing, dan para pejabat dan para pemimpin yang dipilih oleh rakyat yang sejatinya kembali untuk rakyat.

Jika dilihat dari Pengalaman sebagai pejabat negara maka tidak asing ketika kita mendengar nama Letnan Jenderal TNI (Purn) H.Edy Rahmayadi,H.Musa Rajekshah, S.Sos., M.Hum,JR Saragih,Sihar Sitorus

jika dilihat dari sisi lain yaitu Sumatera Utara  yang dikenal sebagai Tanah Religius, masyarakat memiliki opsi Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara yaitu Dedi Iskandar Batubara Pilihan ini menjadi menarik jika menggabungkan pemimpin dengan sosok nasionalis-religius

melihat dari pembangunan yang membutuhkan percepatan untuk kemajuan daerah, membutuhkan buah pemikiran yang maju dan luas. Hal tersebut bisa di dapat dari sosok seorang Pemimpin Milenial yaitu Muhammad Bobby Afif Nasution,S.E., M.M, sosok pemersatu untuk kalangan tua dan muda yang diharapkan mampu membawa gagasan baru. yang sama sama diketahui telah banyak mendapatkan prestasi yang gemilang antara lain Bobby Nasution mengambil alih perbaikan tiga jalan provinsi yang merupakan tanggung jawab Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Total panjang ketiga jalan itu mencapai 6,9 kilometer.

Lalu ada Drs.Nikson Nababan., M.Si yang sangat akrab dengan nuansa pedesaan. Dan Sumut saat ini, perlu figur seperti beliau. Supaya pembangunan daerah pedesaan di Sumut dapat dilakukan sesuai dengan bidang keilmuan yg dimilikinya karena Beliau merupakan alumni Sekolah Tinggi Pembangunan Desa yang ada di Yogyakarta,masalah pembangunan di wilayah pedesaan, masih menjadi tantangan besar bagi Sumut.



Di masa depan Sumatera Utara,persoalan kita sudah sangat berbeda, dan untuk menghadapinya dibutuhkan tipe kepemimpinan yang juga berbeda. Cepat atau lambat, masyarakat kita akan semakin kritis dan mulai mengerti hak-haknya. Mereka tidak ingin hanya menjadi obyek yang terus menerus diatur oleh pemimpin mereka.
Pemimpin nanti juga diharapkan mampu membuat inovasi kebijakan yang berani dan berdampak jauh serta mampu menghadapi persoalan ekonomi yang baru, seperti tuntutan pemerataan dan keadilan.Dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan.

Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat didefinisikan, bahwa pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya sehingga sebuah planning kerja bisa dilakukan.

Mulai saat ini mari kita berpikir jernih dan cerdas untuk kemajuan Sumatera Utara kedepan nya, agar Tuhan menyayangi dan mencintai Provinsi Sumatera Utara,Agar Tuhan menolong dan menyelamatkan Provinsi Sumatera Utara,Agar Tuhan menuntun dan membimbing Pemimpin kita nantinya dan Agar Tuhan meridhoi niat baik kita semua.

RA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *